Meredakan Pegal Dengan Berendam Air Garam Hangat

Hari Ahad aku ikut kerja bakti ngecor jalan kampung. Aku datang jam delapan dengan membawa cangkul. Langsung ikut nimbrung mencangkul pinggiran jalan yang mau diperlebar. Baru beberapa galian sudah ngos-ngosan.

Akupun pindah job: menyerok tanah dari parit galian ke dalam bego. Ini lebih ringan bagiku. Ya, kita memang musti pinter-pinter milih job sesuai kemampuan. Biar tenaga tersalur efektif dan nggak keliatan payah-payah banget.

Sangkin semangatnya nyerok, sambil sesekali duduk-duduk ngemil jajanan, tak terasa aku bekerja sampai jam sebelas. Banyak warga yang sudah undur diri. Merasa capek setelah dua jam kerja bakti, akupun pulang. Langsung rebah tidur nyenyak.

Sejak itu tubuhku mrengkel, pegal-pegal sekujur badan. Sendi-sendi belulang berasa copot. Agaknya aku berlebihan nyerok, padahal sebelumnya sangat jarang bekerja fisik. Rasanya betul-betul tak karuan.

Senin sore aku teringat resep ibuku jika kakinya pegal. Yakni direndam air hangat yang sudah dicampuri garam. Langsung kupraktikkan.

Kusiapkan setengah ember air hangat. Lalu kumasukkan beberapa gram garam dapur ke dalamnya, sekitar tiga ruas jari tangan, kuaduk biar larut. Kemudian kumasukkan dua kakiku tenggelam sampai betis. Kudiamkan sekitar 15-20 menit.


Saat perendaman itu, rasanya ada sesuatu yang tersedot ke bawah tubuh. Nyaman sekali. Terutama bagian bawah tubuh, dari telapak kaki sampai pinggang. Setelah diangkat, ajaib! Pegal-pegal di bagian kaki sampai dengkulku reda.

Maka akupun berpikir untuk merendam juga bagian atas tubuh. Kurebus air lebih banyak. Kusiapkan bak mandi karet anakku yang kemudian kuisi air hangat sampai penuh dan kularutkan garam ke dalamnya. Tentu dengan takaran lebih banyak, seukuran sepuluh ruas jari tangan.

Setelah siap, aku masuk ke dalam bak kecil itu. Tentu tak muat semuanya. Kumulai dengan posisi duduk bersila, untuk merendamkan bagian pinggang, paha, lutut, kaki, serta kedua telapak tangan. Sepuluh menit kemudian ganti posisi. Kurebahkan punggung ke dasar bak. Kaki dan kepala kubiarkan terjuntai keluar bak. Jadilah bagian leher sampai pantat terrendam seluruhnya.

Nyaman sekali.

Hanya dua puluh menit aku berendam. Setelah mentas, pegal-pegal mereda sangat lumayan. Tinggal beberapa titik yang masih terasa sedikit mrengkel; telapak tangan dan paha bawah. Bagian lain sudah mendingan. Efeknya terasa sedikit lemas, haus dan lapar.

Ternyata resep berendam air garam hangat dari ibuku ini ampuh. Cara sederhana dan murah namun mujarab untuk meredakan pegal-pegal. Kau mau coba? Buktikan saja.

Salatiga, 3-12-2019

No comments:

Powered by Blogger.