Ngaji Pasanan KBQT & Kurikulum Arkanuddin - KBQTDiary #28

@ziatuwel

Selama bulan Ramadan ini warga belajar KBQT menggelar 'pesantren kilat'. Yakni program khusus selama bulan puasa untuk lebih memahami agama Islam. Aku lebih nyaman menyebutnya program 'ngaji pasanan'. Kalau konsep 'pesantren kilat', mustinya warga belajar dicelupkan dalam kehidupan ala pesantren dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan program ini lebih ke pengajian intensif saja.

Tiga hari pertama, program ngaji pasanan di KBQT ini diisi para santri dari Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Kalibening. Bersama mereka, warga belajar mengaji tentang akidah, akhlak, dan fikih puasa. Kemudian hari-hari selanjutnya (8 hari) diisi oleh pendamping, yakni aku yang menggarap materi arkanuddin dan Nurin yang menggarap tashih tilawah Quran.


Kesempatan mengisi materi ngaji pasanan ini kumanfaatkan betul untuk 'uji coba' kurikulum materi Arkanuddin. Yakni materi dasar-dasar keislaman yang wajib dipelajari oleh setiap orang Islam, awam sekalipun. Tentu anak-anak sering dengar doktrin bahwa mengaji ilmu agama itu wajib bagi setiap individu muslim. Namun tentu yang dimaksud tidak semua ilmu agama. Muslim awam tak harus sinau tafsir, faroidh, ilmu hadits, dan semisalnya. Lalu ilmu agama apa saja yang wajib dipelajari?

Jawabannya adalah empat hal yang terrangkum dalam Hadits Jibril. Yaitu ilmu tentang rukun Islam (fikih), Iman (akidah), Ihsan (akhlak), dan tanda Akhir Zaman. Maka kemudian kususunkan semacam ringkasan pemetaan materinya. Rangkuman ini bisa jadi modul pesantren kilat untuk anak-anak non-pesantren, atau jadi mind-map kurikulum di sekolah umum maupun rumah tangga.

Sebenarnya panjabaran ringkas tentang Seri Arkanuddin ini sudah terpikir untuk kubuat sejak jaman kuliah di Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga dahulu. Yakni dalam bentuk buku babon berjudul 'Pelajaran Agama Islam Untuk Awam' (versi bahasa Indonesia) atau 'Mukhtashar Arkaniddin li 'Awwamil Muslimin' (versi bahasa Arab). Buku ini kuharapkan bisa jadi bekal bagi para guru agama serta orang tua sebagai panduan pembelajaran dasar-dasar agama Islam. Namun belum juga kutuntaskan. Buku ini betul-betul kuproyeksikan sebagai masterpiece masa mudaku.

Maka kesempatan mengisi ngaji pasanan KBQT ini menjadi momen menggembirakan buatku untuk menyusun mindmap ringkas tentang Seri Arkanuddin tersebut. Kubuat semacam buletin/modul pembelajaran 8 halaman berisi teks dan terjemah Hadits Jibril, serta mindmap rukun Islam, Iman, Ihsan, dan Tanda Akhir Zaman.








Selama empat hari dalam dua pekan kukupas modul tersebut bersama adik-adik warga belajar KBQT. Tentu saja gaya belajar di ngaji pasanan ini kubuat enjoy, dialogis, dan kontekstual. Meski berisi doktrin agama, kujauhi gaya ngaji doktriner dan over-monolog. Aku punya keyakinan bahwa dialog adalah gaya belajar terbaik dan paling efektif bagi remaja.

Hari pertama kami membahas Rukun Islam yang kukaitkan dengan jatuh cinta. Rangkumannya kutulis di artikel 'Jatuh Cinta ala Rukun Islam'. Hari kedua kami membahas Rukun Iman yang kutuangkan dalam catatan 'Rukun Iman Antigalau'. Hari ketiga kami mengobrolkan Ihsan yang kucatat dalam tulisan 'Kata Kunci Ihsan'. Dan hari terakhir kami membicarakan tanda akhir zaman yang tertuang di tulisan 'Bekal Akhir Zaman'.

Selama 4 hari mengobrolkan Hadits Jibril dalam Seri Arkanuddin ini, dengan durasi 60-90 menit pertemuan, kulihat antusiasme teman-teman dalam menanggapi dan menyimpulkan. Kusampaikan berkali-kali bahwa mempelajari arkanuddin bukan sekedar untuk dihapal, apalagi diujiankan dalam tes tertulis. Tujuannya adalah agar bisa menjadi bekal dalam kehidupan sehati-hari.

Mempelajari rukun Islam agar kita paham bagaimana cara mengabdi kepada Tuhan. Memahami rukun iman agar kita bisa kokoh mental menghadapi pancaroba kehidupan. Menghayati ihsan agar kita bisa bersikap dengan indah kepada sesama makhluk Tuhan. Mengetahui tanda akhir zaman agar kita bisa waspada dan tak terjerumus dalam kerusakan.


Tentu saja dalam kesempatan empat hari ini tak bisa kami kupas detail Seri Arkanuddin tersebut. Hanya bisa kami obrolkan garis besarnya saja. Jika ingin lebih mendalam jelas butuh waktu yang lebih lama dan intensif. Sempat kutawarkan kepada teman-teman agar ngaji Seri Arkanuddin ini dilanjutkan setelah Ramadan kelak, sebulan atau seminggu sekali.

Jika dijabarkan, setidaknya ada 17-20 tema dalam empat Seri Arkanuddin ini. Yaitu 5 Rukun Islam, 6 Rukun Iman, 4 Obyek Ihsan, serta 2 Tanda Utama Akhir Zaman dan 3 Jenis Tanda Kiamat. Artinya, kalau satu pekan membahas satu tema, maka Seri Arkanuddin bisa tuntas dalam jangka waktu satu semester. Tentu saja setiap tema dikupas dengan berbagai perspektif; dalil, linguistik, sains, sosial humaniora, hingga kontekstualisasinya.

Sekali lagi kutekankan bahwa ilmu tentang Seri Arkanuddin ini merupakan kurikulum wajib bagi setiap muslim. Maka pemetaan yang sudah kubuat ini bisa digunakan sebagai panduan mengaji bagi lingkup keluarga, majlis ta'lim, sekolah umum, atau komunitas belajar seperti KBQT. Jika ada yang perlu ditanyakan mengenai rinciannya, silakan bisa hubungi aku.

__
Kalibening, 25 Mei 2019

1 comment:

Powered by Blogger.