Golek Kegiatan ala Kang Kenyul

 GOLEK KEGIATAN

Tersebutlah seorang santri Krapyak asal Lampung, Kenyul julukannya. Aku lupa nama aslinya siapa, nggak penting juga sih, hahaha. Kang Kenyul ini orang kreatif dan prigel. Tidak kenal nganggur.

Sebagai santri penghapal Quran, tentu saja kegiatan utamanya nderes hapalan. Saat senggang, di kala yang lain tidur-tiduran atau mainan hape, Kang Kenyul bakal cari-cari kegiatan fisik apapun untuk dilakukan.

Entah nyapu-nyapu, masak-masak, nukang-nukang, tata-tata sandal, polas-poles motor, jalan-jalan di Klithikan, atau sekedar cari teman ngobrol sambil ngopi di angkringan. Pokoknya 'golek kegiatan'.

Kalau lihat santri tidur-tiduran melulu, dia bakal nyeplos pedas, "Klombrak klambruk koyok gombal bodol!"

Suatu hari aku baru pulang ngampus. Di teras pondok nampak Kang Kenyul nongkrong santai, telanjang dada, hanya bersarung. Agaknya dia lagi sumpek karena nggak ada kegiatan.

"Hoi! Semester piro awakmu?" tanyanya padaku.

"Semester telu, Kang," jawabku sopan, maklum anak baru.

"Rupamu lho, gondrong ngono! Semester telu koyok wes semester pat belas," katanya sambil menuding-nuding mukaku.

Aku cuma diam saja sambil melepas sepatu. Padahal saat itu rambutku tak gondrong-gondrong amat. Aku tahu dia cuma cari alasan buat golek kegiatan saja.

"Rene ta' pangkas!" tukasnya sambil bergegas ambil gunting dan sisir. Sebagai santri kemarin sore, aku masih plonga-plongo tak berani menolak. Maka dibabatlah rambutku bermodel sasak awut-awutan.

Waktu berlalu, tahun berganti. Ternyata aku betul-betul menjelma jadi mahasiswa gondrong, dan jadi koboy kampus hingga empat belas semester. Persis sesuai yang ia sabdakan. Jangkrik tenan. Dan entah bagaimana, falsafah 'golek kegiatan' itu sedikit-sedikit kok malah menular padaku.

Terima kasih, Kang Kenyul. Sepurane aku lali jeneng aslimu sopo. Hahahaha. Mugo-mugo sampean sehat sentosa.



No comments:

Powered by Blogger.