Seri Tarbiyah #0 - Pengantar

@ziatuwel

Momen Ramadan 1441 kemarin aku mulai aware terhadap satu disiplin ilmu yang -ternyata- sudah kugeluti selama satu dekade belakangan. Disiplin ilmu yang memang cukup kutekuni, baik teori maupun praktiknya. Yakni 'pendidikan Islam'.

Sejak masuk Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Jogja pada 2010 hingga wisuda akhir 2017, hari-hariku diwarnai studi wacana pendidikan Islam secara formal di kampus maupun luar kampus. Baik melalui perkuliahan dalam kelas, pembacaan mandiri di perpustakaan, pengamatan praktis di pesantren, diskusi lepas di trotoar, maupun obrolan santai dengan para pegiat pendidikan.

Selama masa itu kujelajahi wacana pendidikan yang konservatif, modern, hingga progresif. Mulai dari filsafatnya, kaidahnya, metodologinya, strateginya, hingga kebijakannya. Di akhir masa studi tujuh tahun itu, skripsiku membahas teori yang menurutku 'ideal' dan jawaban bagi problem pendidikan Islam. Yaitu 'pendidikan Islam integratif'.

Pindah ke Salatiga awal tahun 2018, aku mulai terjun dalam praktik pendidikan di lapangan. Berupa keterlibatan di Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah (KBQT) dan Madrasah Hidayatul Mubtadiin (MHM) Kalibening. Di KBQT aku ikut menjadi pendamping belajar, di MHM ikut mengisi materi Quran dan dasar-dasar keislaman.

Idealismeku tentang integrasi pendidikan Islam mulai teruji. Bahwa pendidikan Islam tidak sekedar menggarap keakhiratan, tapi juga keduniawian. Tidak hanya peduli rohani, tapi juga jasmani. Tidak hanya tauhid fikih dan akhlak, tapi juga keterampilan sains dan humaniora. Tidak hanya berlangsung di masjid dan madrasah, tapi juga di rumah dan lingkungan.

Hingga pada akhir Ramadan itulah terbersit niatan menulis ringkasan mengenai prinsip-prinsip pendidikan Islam integratif yang kupahami dan -mulai belajar- kupraktikkan. Kutulis dalam satu risalah tipis berbahasa Arab sederhana, bertajuk 'Al-Madkhal fi 'Ilmit Tarbiyyah al-Islamiyyah'. Tentang risalah ini insyaallah kubahas di tulisan lain jika naskahnya sudah tuntas.

Selain menulis risalah, aku juga terinspirasi untuk merekam serial video tentang pendidikan Islam. Tentu saja serial ini dilandasi semangat integrasi pendidikan yang kuanut. Jadi tidak hanya sebatas mengupas teori pendidikan tekstual, tapi juga mengusung misi 'propaganda' atas apa yang kuyakini dan kulakoni selama sepuluh tahun ini.

Serial video itu kubuat dalam bentuk tematik agar lebih konstekstual bagi pemirsa, serta ditopang teori-teori pendidikan modern. Tentu saja kubuat agar tetap menancap pada literatur otoritatif berupa nash Quran, hadits, maupun maqalah salaf.

Risalah 'madkhal' masih kutulis tangan di buku tulis SIDU yang tipis. Hanya berisi sembilan bab yang kuniatkan untuk kugratiskan dalam bentuk cetak atau pdf. Sedangkan video #SeriTarbiyah kutargetkan 40 rekaman setahun ini. Masing-masing kubuat berdurasi kurang dari 20 menit dan dimuat di saluran youtube Madrasah Santrijagad, serta kubuat cuplikan-cuplikannya di akun instagram @ziatuwel. Serta kumuat artikel tiap video di web ini, kalau sudah tuntas setahun bisa kubukukan. Insyaallah.


Semoga risalah yang sedang kususun, maupun serial video yang kuproduksi ini bermanfaat bagi siapapun. Terutama bagiku sendiri, bagi para pendidik, para santri, serta teman-teman pelaku studi pendidikan Islam pemula di fakultas-fakultas tarbiyah manapun.

Teruntuk para guru yang menginspirasiku dalam studi pendidikan Islam ini, alfatihah.

Kalibening, Sabtu 6 Juni 2020

No comments:

Powered by Blogger.