Ruang dan Kehidupan

15:11
Ruang dan kehidupan. Sejoli yang bertaut menjadi ukiran perjalanan. Dimensi batas yang menyimpan cerita.

Tiap ruang merekam kisah, ia saksi setiap gelisah. Saat kau berbinar mengeja surat cinta, pun ketika kecewa atas runtuhnya asa.

Kau tak bisa tolak haru dan ceria. Dalam lengang pun semarak, ruang menangkap nuansa, ruang endapkan kenangan.

Makin privat ruangmu, makin asli pula dirimu, makin terkelupas topeng-topeng itu. Mulai dari rahim ibu, kamar rumah, asrama sekolah, gothakan pondok, bilik gubuk, hingga kelak liang kuburan. Adalah ruang-ruang dimana kau tampil asli tanpa solek kepalsuan.

Bersama silih bergantinya peristiwa dalam guliran waktu. Bersama siapa dan bagaimana kisahmu berlalu. Ruang bisa seketika bercerita. Lebih fasih dari lisan pendongeng, bahkan lebih menusuk dari hunusan lembing.

Entah bagaimana rekaman kisah ruang raga kita, penjara bagi jiwa kita. Entah pula dalam kondisi bagaimana jiwa akan meninggalkannya, menghadap Yang Maha Tanpa Ruang.

~
Wetan Kandang Menjangan, Mei 2014


No comments:

Powered by Blogger.