Ujian Macam Apa Ini? - KBQTDiary #49

@ziatuwel

Pekan ini warga belajar KBQT menghadapi momen bedah karya. Karena lagi mudik, aku cuma bisa mengikuti kabarnya via grup pendamping. Senin lalu mereka sudah mengumpulkan deskripsi tertulis karya masing-masing. Berisi keterangan jenis karya yang dibuat, alasan membuat, hingga proses pembuatan. Hal itu pula yang akan ditanyakan oleh para penguji atau pembedah besok Sabtu. Gampangnya; begitulah 'ujian sekolah' para siswa KBQT. Mereka sudah tahu soalnya, plus sudah paham jawabannya.

Hari ini, Jumat, semua anak mengumpulkan karya mereka masing-masing untuk proses dokumentasi. Berupa pemotretan untuk dibuatkan semacam katalog karya anak semester ini. Juga akan menjadi konten portofolio masing-masing anak. Gampangnya; itulah 'nilai buku rapot' mereka kelak. Bukan berupa nominal, tak ada angka ranking, sekedar dokumentasi karya dan catatan tulisan mereka sendiri.

Setiap anak membuat karya khas masing-masing, sesuai dengan keputusan mereka pribadi di awal semester. Mereka merdeka memilih proyek karya yang akan dibuat. Namun kemerdekaan itu harus diikuti konsistensi dan komitmen untuk menuntaskan karyanya. Selama empat bulan, para pendamping menemani mereka merancang hingga mengeksekusi dan memgevaluasi karya tersebut. Ada yang lancar, ada yang tersendat, ya wajar. Gampangnya; itulah 'penyusunan RPP dan kompetensi' pembelajarannya.

Proses kreasi karya ini menjadi pembelajaran bagi anak untuk mempertanggungjawabkan kemerdekaannya. Juga untuk menempa kedisiplinan berbasis kesadaran, bukan instruksi. Serta untuk menumbuhkan motivasi dari dalam diri sendiri, bukan dari pihak luar. Itu yang utama, selebihnya tentu saja melatih keterampilan dalam bidang karya yang dibuat.

Ada yang membuat novel, buku puisi ilustratif, komik, single lagu, film pendek, bantal karakter, profil daerah, miniatur rumah, video profil, lukisan, hingga umpan pancing. Semua karya itu mereka buat di sela kegiatan belajar lain di KBQT selama empat bulan ini. Kemudian saat bedah karya, mereka akan menampilkan karyanya, bercerita, dan mempertanggungjawabkan di hadapan dua-tiga pembedah. Persis seperti sidang skripsi tapi bernuansa santai.

Sadar atau tidak, anak-anak sedang mengalami proses internalisasi nilai keberagaman. Mereka punya target sendiri, yang dikerjakan dalam nuansa kebersamaan. Keseragaman hanya ada dalam hal kesamaan semangat belajar dan berkarya, serta beberapa teknis kecil semisal waktu penyelesaian karya.

Meskipun ujian semacam ini kelihatannya 'enak betul' dan tanpa tekanan, namun tetap ada sisi menegangkan bagi anak-anak. Tetap ada tantangannya sendiri, yakni bagaimana menaklukkan diri sendiri agar bisa disiplin, konsisten, dan berkomitmen kuat terhadap target yang sudah dibuat. Bukankah hidup juga demikian?

Tuwel, 20/12/2019

No comments:

Powered by Blogger.