Usulan Prioritas Untuk Pak Guru Kepala Madrasah

@ziatuwel

Yasin adalah kawanku semasa kuliah di UIN Sunan Kalijaga. Satu fakultas, satu jurusan, satu kelas, satu klub diskusi. Di kelas kami ada tiga tetua; yakni mereka usianya di atas rata-rata; ialah Teguh (26), Yasin (24), dan aku (21).

Satu hal yang unik dari Yasin adalah riwayatnya masuk jurusan Pendidikan Agama Islam. Awalnya ia sudah kuliah di jurusan Pendidikan Matematika, sampai semester enam dan hampir KKN. Tapi ia putuskan pindah jurusan, artinya ia musti mendaftar ulang, dan harus mengikuti proses dari awal. Ia pindah ke jurusan PAI sebab merasa 'lebih gampang' mengikuti materinya sebagai santri.

Kuliah di PAI pun bukan sebab bertujuan untuk jadi guru agama kelak. Ia hanya ingin lulus dan bergelar sarjana, sebuah prestis yang bisa dibanggakan di hadapan orang tuanya. Sejak kecil Yasin sangat jarang bertemu ibu bapaknya. Ia dititipkan di sebuah pesantren, sementara orang tuanya merantau menyambung hidup.

Menjadi guru sama sekali bukan tujuannya. Apalagi mendaftar jadi pegawai negeri sipil, blas tak terbayang di benaknya. Lingkungan akademik kampus tidak pernah menjadi muara cita-citanya. Namun takdir Tuhan berkata lain.

Setelah lulus kuliah, Yasin sempat bekerja di home industry konveksi sebagai admin pemasaran. Lalu ia mulai membuka konveksi sendiri dengan memanfaatkan ilmu yang sudah ia dapatkan di tempat kerja sebelumnya. Order demi order berhasil ia dapatkan. Jaringan pelanggan sudah kokoh ia pegang. Bisnis konveksinya lumayan bisa diandalkan sebagai sumber penghasilan buatnya, jauh melebihi penghasilannya sebagai guru honorer saat itu.

Hingga akhirnya ia menikah bermodal bisnis konveksi itu. Lalu ketika ada pendaftaran tes CPNS, ia pun turut serta tanpa persiapan apapun. Iseng saja, katanya. Ndilalah ia terjaring sebagai calon pegawai negeri sipil. Sebuah pencapaian yang 'wah' di kampung halamannya. Strata sosialnya meningkat. Orang-orang desa kini memanggilnya dengan sapaan 'Pak Guru'.

Hal ini, kata Yasin, memuluskan langkah dakwahnya sebagai santri. Di satu sisi, sebagai pengurus madrasah ia tak kuatir urusan penghidupan. Di sisi lain, penghormatan warga atas status sosialnya memuluskan kebijakan-kebijakannya terkait kemadrasahan.

Wajar saja, di kampungnya ia menjabat sebagai kepala madrasah yang berwenang penuh mengarahkan segala kebijakan demi kemajuan madrasah. Sejak kepemimpinannya, madrasah yang kembang kempis kini bergairah lagi. Bahkan para wali santri berinisiatif membayar iuran syahriyah tiap bulan sebagai 'imbal balik' atas effort madrasah. Padahal selama ini tidak ada yang mau bayar, lha wong sudah memadrasahkan anak-anak merela saja sudah untung.

Tiap tiga bulan ada musyawarah rutin awak madrasah bersama wali santri. Kini acara triwulan itu sudah menjadi event desa. Acara yang awalnya hanya musyawarah walisantri, sekarang berkembang jadi pengajian umum. Dirawuhi muballigh undangan dan dihadiri warga masyarakat daerah sekitar. Sumbangan yang diperoleh di pengajian triwulan ini mencapai 10-16 juta rupiah. Semuanya dialokasikan untuk santunan anak yatim.

Terkait wewenangnya mengatur kurikulum madrasah, kuceritakan satu hal. Ada seorang kawan yang menjadi pengajar Amtsilati, sebuah metode baca kitab kuning untuk pemula, di suatu pesantren. Setahun eksperimen, ia berhasil mengantarkan anak-anak pondok sehingga bisa baca kitab kuning. Sehingga kemampuan baca kitab kuning ini bakal jadi progran unggulan di SMP naungan pesantren.

Masalahnya, pihak sekolah hendak menjadikan Amtsilati sebagai mata pelajaran selama tiga tahun. Padahal Amtsilati sangat tidak cocok jadi mapel semacam itu, ia adalah metode yang harus dipelajari secara intensif bermodel kursus. Bahkan program asli Amtsilati seharusnya hanya 4 bulan, bahkan bisa kurang. Tentu saja temanku itu menolak kebijakan tersebut. Akupun mendukung penolakannya. Kuusulkan kepadanya suatu rumusan yang kemudian ia sampaikan di forum musyawarah bersama pihak sekolah dan para guru lain.

Dengan berbagai proses tarik ulur pendapat, rumusan itu diterima. Yakni Amtsilati menjadi prioritas utama bagi siswa SMP tahun pertama. Artinya, anak-anak yang baru masuk SMP diprioritaskan untuk menguasai kemampuan membaca kitab kuning dan tata bahasa Arab standar. Keputusan ini jelas lebih akomodatif dari kebijakan sebelumnya. Meskipun belum begitu ideal bagi program Amtsilati yang mustinya hanya 4 bulan.

Menanggapi keputusan ini, ternyata muncul keputusan lain yang cukup inovatif. Yakni ditentukannya prioritas pembelajaran Fiqh dan Akhlak untuk siswa tahun kedua, serta prioritas Quran-Hadits tahun ketiga. Sehingga jelas prioritas penguasaan para siswa, dan optimal. Tidak terpecah dan setengah-setengah.

Salah satu problem pembelajaran di sekolah adalah tiadanya prioritas. Seorang siswa bisa belajar Bahasa Inggris selama 6 tahun (SMP-SMA) namun tak menguasai apa-apa setelah lulus. Demikian pula dengan mapel-mapel lain, semuanya diperlakukan sekedar untuk memenuhi target ujian. Bukan untuk penguasaan.

Alangkah sangat efektif, ujarku, bila pembelajaran di madrasah juga mengadopsi program prioritas tersebut. Misal, anak diniyah kelas 1-2 lebih diprioritaskan menguasai praktik ibadah dan ritual-ritual pokok kenahdliyyinan. Anak diniyah kelas 3-4 diprioritaskan belajar ilmu alat sampai mahir betul. Baru di tahap kelas 5-6 bisa mulai bedah kitab secara mandiri dengan prioritas fikih dan ushul fikih, misalnya. Tentu saja adanya prioritas ini tidak menutup pelajaran kitab-kitab lain, semisal tarikh, akidah, akhlak, dan lain-lain.

Yasin menyambut gembira usulan ini. Kata Yasin, teori prioritas ini sesuai dengan teori yang selama ini dipelajari. Bahwa para ulama dahulu memang membuat skala prioritas, apa dulu yang musti dikuasai. Baru kemudian beranjak ke ilmu lain, mulai dasar, menengah, sampai mahir. Teori prioritas semacam itu, kata Yasin, sekarang hanya dipraktikkan pada santri penghapal Quran. Mereka diarahkan untuk prioritas menghapal dulu, baru kemudian bisa ikut gabung mengaji kitab, atau sebaliknya.

Bulan ini Yasin sedang mengikuti diklat CPNS di Semarang. Kemarin sore ia mampir di rumah mertuaku di Salatiga. Ia menceritakan perjalanannya itu dengan penuh rasa syukur. Sambil terus-terusan memamerkan foto dan video putrinya yang berumur 14 bulan. Akupun turut berbahagia buatnya.

Beberapa hari mengikuti diklat, terbersit keinginannya untuk lanjut ke strata dua dan menjadi dosen. Kudukung niatnya itu. Perjalanan tekad Yasin berkebalikan dengan tekadku. Awal kuliah di Jogja dahulu, sempat terbersit tekad untuk kuliah sampai doktoral dan meniti karir jadi akademisi. Namun kendala sakit yang membuat kuliahku molor, hingga 14 semester, menjadikanku bosan dengan suasana kampus. Hingga saat ini belum ada keinginan kuliah lagi, apalagi daftar lowongan-lowongan berbau akademis.

Kami menikmati jalan hidup masing-masing. Sambil menertawakan masa sulit yang pernah kami lalui, dan entah apa yang akan kami lewati. Sebagai praktisi pendidikan akar rumput, kami juga saling menyemangati untuk terus memegang teguh idealisme pendidikan yang manusiawi. Tentang bagaimana memanusiakan para pelajar, dan mengupayakan efektivitas pembelajaran, secara praktis dan realistis. Entah berposisi sebagai apapun, dan bertugas dimanapun. Apakah menjadi guru sekolah formal berstatus PNS sepertinya, ataupun menjadi fasilitator di komunitas belajar sepertiku.

Itulah idealisme realistis yang dahulu sering kami obrolkan di forum diskusi santai Duduk Selingkar. Tema yang dulu kami obrolkan di asyiknya trotoar parkiran Tarbiyah.


Kalibening, 26/9/2019

2 comments:

  1. KARNA RASA HATI YANG GEMBIRA BERKAT BANTUAN AKI SOLEH
    MAKANYA SENGAJA NAMA BELIAU SAYA CANTUNKAN DI INTERNET !!!

    assalamualaikum wr, wb, saya IBU SUCHI saya Mengucapkan banyak2
    Terima kasih kepada: AKI SOLEH
    atas nomor togelnya yang kemarin AKI berikan "4D"
    alhamdulillah ternyata itu benar2 tembus AKI
    dan berkat bantuan AKI SOLEH saya bisa melunasi semua hutan2…
    orang tua saya yang ada di BANK BRI dan bukan hanya itu AKI alhamdulillah,
    sekarang saya sudah bisa bermodal sedikit untuk mencukupi kebutuhan keluarga saya sehari2.
    Itu semua berkat bantuan AKI SOLEH sekali lagi makasih banyak ya, AKI
    yang ingin merubah nasib
    seperti saya...?
    SILAHKAN GABUNG SAMA AKI SOLEH No; { 082-313-336-747 }

    Sebelum Gabung Sama AKI Baca Duluh Kata2 Yang Dibawah Ini
    Apakah anda termasuk dalam kategori di bawah ini...!!
    1: Di kejar2 tagihan hutang..
    2: Selaluh kalah dalam bermain togel
    3: Barang berharga sudah
    terjual buat judi togel..
    4: Sudah kemana2 tapi tidak
    menghasilkan, solusi yang tepat..!
    5: Sudah banyak dukun ditempati minta angka ritual blom dapat juga,
    satu jalan menyelesaikan masalah anda..
    Dijamin anda akan berhasil
    silahkan buktikan sendiri
    Atau Chat/Tlpn di WhatsApp (WA)
    No WA Aki : 082313336747

    TERIMA KASIH YANG PUNYA
    ROOM ATAS TUMPANGANYA SALAM KOMPAK SELALU

    (1)"BUTUH~ANGKA~RITUAL~KLIK DISINI"

    ReplyDelete
    Replies
    1. KARNA RASA HATI YANG GEMBIRA BERKAT BANTUAN AKI SOLEH
      MAKANYA SENGAJA NAMA BELIAU SAYA CANTUNKAN DI INTERNET !!!

      assalamualaikum wr, wb, saya IBU SUCHI saya Mengucapkan banyak2
      Terima kasih kepada: AKI SOLEH
      atas nomor togelnya yang kemarin AKI berikan "4D"
      alhamdulillah ternyata itu benar2 tembus AKI
      dan berkat bantuan AKI SOLEH saya bisa melunasi semua hutan2…
      orang tua saya yang ada di BANK BRI dan bukan hanya itu AKI alhamdulillah,
      sekarang saya sudah bisa bermodal sedikit untuk mencukupi kebutuhan keluarga saya sehari2.
      Itu semua berkat bantuan AKI SOLEH sekali lagi makasih banyak ya, AKI
      yang ingin merubah nasib
      seperti saya...?
      SILAHKAN GABUNG SAMA AKI SOLEH No; { 082-313-336-747 }

      Sebelum Gabung Sama AKI Baca Duluh Kata2 Yang Dibawah Ini
      Apakah anda termasuk dalam kategori di bawah ini...!!
      1: Di kejar2 tagihan hutang..
      2: Selaluh kalah dalam bermain togel
      3: Barang berharga sudah
      terjual buat judi togel..
      4: Sudah kemana2 tapi tidak
      menghasilkan, solusi yang tepat..!
      5: Sudah banyak dukun ditempati minta angka ritual blom dapat juga,
      satu jalan menyelesaikan masalah anda..
      Dijamin anda akan berhasil
      silahkan buktikan sendiri
      Atau Chat/Tlpn di WhatsApp (WA)
      No WA Aki : 082313336747

      TERIMA KASIH YANG PUNYA
      ROOM ATAS TUMPANGANYA SALAM KOMPAK SELALU

      (1)"BUTUH~ANGKA~RITUAL~KLIK DISINI"

      Delete

Powered by Blogger.