Sekolah Rasa Kuliah: Riset, Diskusi, Karya Mandiri - KBQTDiary #41

@ziatuwel

Kalau kuingat-ingat, agaknya proses belajar di KBQT sangat mirip perkuliahan di kampus. Pembelajaran pedagogik di kampus kental dengan presentasi, diskusi, riset, dan sidang pertanggungjawaban karya. Itu semua ada di KBQT.

Masih kuingat betul saat pertama kali masuk kuliah. Kuperhatikan teman-teman baru bisa menyesuaikan diri dengan gaya pedagogik semacam itu di semester 5-6, tahun ketiga. Sedangkan di semester-semester awal, tahun pertama hingga kedua, mereka begitu kaku. Seakan belum pernah mengalami proses semacam itu sebelumnya di sekolah asalnya.

Mereka masih harus berlatih presentasi, mengasah kelihaian berdiskusi, kemudian mulai berkenalan dengan riset baik literatur maupun lapangan, hingga akhirnya bertemu dengan tugas akhir berupa skripsi yang menjadi karya individu dan dilaporkan secara berkala. Ternyata semua itu sudah menjadi hal biasa bagi anak-anak di KBQT.


PERTAMA, RISET atau penelitian.

Yakni aktivitas menggali informasi dari obyek belajar secara aktif. Anak kuliahan mulai mengenal riset literatur maupun lapangan, sesuai dengan bidang studinya. Sayangnya, di sekolah sangat jarang terjadi proses riset. Yang ada hanyalah 'penuangan' informasi belaka.

Mereka dianggap belum sanggup melakukan penelitian. Padahal penelitian tidak harus njlimet dengan segala macam pakemnya. Asalkan ada proses pengamatan, dokumentasi, dan penelaahan, sebuah aktivitas bisa disebut sebagai penelitian.

Anak-anak KBQT terbiasa dengan hal itu. Mereka meneliti tata kota di pasar Salatiga, misalnya, dengan berjalan-jalan mengamati keadaan secara langsung. Melakukan wawancara dengan pedagang, kemudian berdiskusi dan merumuskan hasil penelitian.

KEDUA, PRESENTASI.

Berupa penyampaian ide atau gagasan di hadapan orang banyak. Proses presentasi menjadi syarat mutlak pembelajaran aktif. Sehingga seorang pelajar bisa mengemukakan hasil belajarnya secara mandiri, sekaligus menyampaikan gagasan yang muncul dari proses tersebut. Ia juga melatih komunikasi verbalnya sehingga ide yang ia pahami bisa dipahami juga oleh orang lain dengan baik.

Tiap hari, anak-anak di KBQT melakukan presentasi secara bergiliran. Baik di forum kelas maupun dalam forum besar. Tema dan caranya diserahkan kepada pilihan mereka masing-masing. Sehingga kepercayaan diri mereka terpupuk sejak dini, begitu pula teknik komunikasi mereka yang makin berkembang.

KETIGA, DISKUSI.

Merupakan komunikasi interaktif untuk membahas suatu tema tertentu secara terarah. Diskusi menjadi media utama pendewasaan pola pikir. Sebab melalui dialog, para pelajar bisa bertukar gagasan, belajar untuk mengkritisi, belajar menyanggah, juga belajar bersepakat atau tidak sepakat.

Anak-anak KBQT belajar berdiskusi dalam bentuknya yang sangat alami, yakni musyawarah. Sejak awal masa belajar di permulaan semester, mereka menyusun sendiri agenda belajarnya dengan cara bermusyawarah atau diskusi. Begitu pula dalam proses belajarnya sehari-hari. Baik dalam proses kreasi karya maupun diskusi tema-tema tertentu sebagai bahan belajar.

KEEMPAT, KARYA MANDIRI.

Yaitu proses kreasi karya secara terukur, tertarget, dan terkontrol. Di akhir masa kuliah, seorang pelajar akan menyusun tugas akhir kuliah sesuai bidangnya. Ia memilih temanya secara mandiri, kemudian merancang proposal untuk dipresentasikan dalam seminar. Lalu merancang target penggarapan, dan dikontrol secara berkala oleh dosen pembimbing. Saat proses penggarapan usai, ia harus mempertanggungjawabkan karyanya dalam sebuah sidang akademik.

Tiap tahun, anak-anak KBQT juga melalui proses yang sama. Mereka memilih karya yang akan dibuat, kemudian mempresentasikan konsep karyanya di hadapan forum. Lalu selama sekian bulan mengerjakan proyek karya masing-masing disertai pelaporan progres kepada pendamping. Di akhir periode, mereka akan mempresentasikan karya kreasinya di hadapan para pembedah. Kemudian karya-karya itu dipamerkan dalam sebuah acara khusus.

Empat hal ini, kukira, yang menjadi ciri khas pembelajaran ala kuliahan. Proses belajar orang dewasa yang tidak melulu penuangan pengetahuan. Tetapi melibatkan anak secara aktif untuk menggali pengetahuannya sendiri. Sehingga perlahan mematangkan pola pikir, retorika, dan komunikasinya sebagai manusia dewasa. Semua proses itu menjadi menu utama yang tersaji secara alamiah di KBQT.

Kalibening, 25/09/2019

No comments:

Powered by Blogger.