Nobar Film Horor di Bioskop Dadakan - KBQTDiary #39

@ziatuwel

Hari ide kali ini diisi dengan nonton bareng. Agenda KBQT yang sudah sejak awal semester diagendakan dalam musyawarah besar. Nobar dipanitiai oleh kelas Hikari, maka merekalah yang menyiapkan semuanya.

Tentu saja mereka memanfaatkan fasilitas yang ada di gedubg RC sebagai perangkat nobar. Untungnya di ruangan itu kami sudah punya proyektor. Tinggal bagaimana membuat ruangan yang dikelilingi jendela kaca itu menjadi gelap.


Merekapun berinisiatif menutup semua jendela kaca dengan tikar dan kardus untuk memblokir cahaya matahari dari luar. Sehingga ruangan RC yang nampak biasa itu kini berubah jadi bioskop gelap dadakan yang luar biasa. Tak hanya itu, di dekat pintu mereka menata meja menjadi 'mini bar'. Di sana sudah tersedia jajanan dan minuman ringan. Bagi penonton bioskop yang hendak ngemil, tinggal ambil.

Film diputar pukul 09.00 tepat. Anak-anak duduk nongkrong lima meter di depan tembok putih yang saat itu jadi big-screen bioskop dadakan kami. Sistem audio menggunakan speaker aktif yang cukup menggelegar. Film yang mereka pilih berjudul 'As Above So Below', rilis tahun 2014. Film tentang petualangan sekelompok arkeolog yang dipimpin Scarlet Marlowe untuk menemukan Batu Bertuah di goa Catacombs, Paris.

Petualangan mereka berubah menjadi mimpi buruk, ketika kelompok eksplorasinya mulai mengalami hal-hal supranatural saat menuruni goa yang dipenuhi tengkorak manusia itu. Ketegangan demi ketegangan sukses menyihir anak-anak. Mereka betul-betul fokus memperhatikan film. Saat adegan mengejutkan, mereka berteriak histeris persis di bioskop.

Setelah film usai, kuajak anak-anak merefleksikan apa yang sudah mereka tonton. Bagaimana komentar anak film tentang pengambilan gambarnya. Bagaimana komentar anak musik tentang musikalitasnya. Apa bagian yang paling menegangkan. Apakah ada adegan yang membingungkan. Serta tentu saja pesan apa yang bisa diambil dari film itu.

Di adegan terakhir, para tokoh utama yang tersisa mengakui kesalahan mereka masing-masing dalam hidupnya. Menumpahkan beban batin yang selama ini mereka rahasiakan rapat-rapat. Namun sebab pengakuan dan penerimaan itulah mereka berhasil keluar dari goa horor tersebut.

Anak-anak menangkap pesan itu. Bahwa kita musti berani mengakui kesalahan, kemudian menginsafi diri dan mau meminta maaf. Sikap semacam itulah yang bisa membuat diri berdamai dengan kehidupan. Sebaliknya, sikap angkuh dan penuh penolakan bisa membuat hidup semakin ruwet.

Acara nobar berakhir pukul 11.30. Ada beberapa anak yang tak kuat menonton film horor sehingga menyerah. Seperti Amar dan Ziki yang keluar ruang bioskop sambil begidik takut. Adapun bagi Ridho, nobar ini berhasil menjawab hasratnya nonton bioskop, sebab selama ini belum ada satupun gedung bioskop di kota bernama Salatiga.

Kalibening, 12 September 2019

No comments:

Powered by Blogger.