Jangan Ngobrol di Kelas? - KBQTDiary #38

@ziatuwel

Siang tadi kelas El-Farabi ngobrolin kebakaran hutan Kalimantan. Ridho, Revi, dan Dinar merasa prihatin dengan bencana itu. Apalagi membaca kabar ada bayi yang meninggal sebab bencana asap, juga satwa-satwa liar yang menjadi korban.


Penyebab kebakaran bisa jadi sebab faktor alam, semisal kemarau. Tapi juga bisa sebab keteledoran manusia yang tidak sengaja atau sengaja membakar hutan untuk membuka lahan. Ridho menambahi informasi kebakaran hutan di Merbabu yang hampir jadi rutinitas, bahkan seakan jadi pertanda tiap tahun bahwa akan datangnya musim hujan.

Revi yang kelahiran Kalimantan Tengah mengaku pernah satu kali mengalami bencana asap. Saat itu ia masih SD, dan dampaknya sangat mengganggu aktivitas warga selama berhari-hari. Orang buang puntung rokok sembarangan bisa jadi penyebab kebakaran hutan. Hal ini ia simpulkan sebab pernah melihat sendiri kebakaran kebun dekat rumahnya, sebab ada yang teledor buang puntung rokok.

Kami kemudian menarik obrolan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Tentang gangguan asap yang diakibatkan orang bakar sampah sembarangan, hingga potensi kebakaran di rumah masing-masing. Dinar yang tinggal di perumahan tidak pernah mengalami orang bakar sampah sembarangan.

Ridho cerita tentang pabrik triplek dekat rumahnya. Sampah kayu yang mereka hasilkan dibuang ke salah satu lahan warga, dengan kompensasi tiga juta rupiah perbulan. Hampir tiap malam, kata Ridho, si pemilik lahan membakar sampah-sampah kayu itu yang tentu saja berdampak pada lingkungan sekitar. Ridho membayangkan andai saja pembakaran itu bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik atau pemanfaatan lainnya.

Dinar menyatakan pentingnya menjaga hutan dan lingkungan agar tak sampai terjadi kebakaran. Revi mengiyakan, serta perlunya sosialisasi kepada masyarakat luas tentang hal itu. Ridho menambahkan, jika sudah terlanjur terjadi kebakaran, maka kita perlu mencegah agar api tidak merambat dan meluas, dengan cara menggali parit.

Obrolan kami melebar sampai tema tentang hutan, pemindahan ibukota, hingga isu candu rokok pada remaja. Begitulah salah satu kegiatan rutin di kelas kami; ngobrol. Jadi tidak akan ada larangan; "Jangan ngobrol di kelas!" Lha wong memang itu kegiatan kami, tinggal bagaimana pendamping memandu 'energi obrolan' itu jadi proses belajar yang kritis dan kreatif. Kami menyepakati tema obrolan untuk pertemuan selanjutnya; penyebab stress pada remaja masa kini. Insyaallah.

Kalibening, 17/9/2019

No comments:

Powered by Blogger.