Awal Mula Kenal GERD - GERDiary #1

@ziatuwel

Vlog #1

Berbulan-bulan aku ambruk terpuruk sebab penyakit yang tak kupahami. Awalnya kukira hanya maag biasa. Lalu di rumah sakit dokter mendiagnosa typhus atau demam berdarah. Opnam berhari-hari pun sekedar meredakan saja, tidak menyembuhkan.

Aktivitas rutin yang wajib kulakoni pun terhambat total. Mengaji di pesantren Krapyak dan kuliah di kampus UIN Jogja tak bisa kuhadiri, sudah begitu lama. Apalagi kegiatan ekstra semisal diskusi Selingkar dan sekolah menulis di LKiS. Sehari-hari kuhabiskan waktu di kos-kosan timur Kandang Menjangan.

Bukan hanya fisik yang gampang lelah dan ambruk, tapi juga psikis yang seakan-akan dihantui paranoid. Kuatir ambruk sewaktu-waktu. Parahnya, aku tak tahu penyakit apa yang sedang kuhadapi ini. Beruntung, salah seorang kawan yang kukenal di LKiS, Mbak Nabila, mengontak dan mengenalkanku kepada seseorang yang menurutnya bisa membantuku.

Sialnya, kamj janjian ketemu di sebuah hotel di sekitar Malioboro. Memang dekat dari kos-kosanku, namun saat itu perjalanan dengan jarak segitu dan seramai itu masih membuatku panik dan paranoid. Tapi sebab rasa keingintahuan dan keinginsembuhan membuatku memaksakan diri.

Siang yang terik, aku berangkat naik motor menuju Malioboro. Kukenakan jaket dan syal melingkari leher, kuatir masuk angin. Selama perjalanan pikiranku ambyar, takut, panik, hingga berkeringat dingin. Sesampainya di lokasi, rasanya amat lega. Apalagi setelah duduk di lobi dan bertemu Nabila dan orang yang akan dikenalkannya.

Beliau adalah Bu Anung, seorang praktisi dan pegiat kesehatan pola makan serasi. Beliau -bersama suaminya- yang saat itu ada acara di Jogja, menyambutku dengan sangat ramah. Seakan sudah sangat sering bertemu orang bermasalah sepertiku.

Kuceritakan semua gejala yang kulalui. Setiap drama ambruk yang kualami, hingga kepanikan yang saat itu kurasakan. Bu Anung menyimpulkan dengan pasti bahwa yang kuidap ini adalah GERD. Nama yang sangat asing buatku, apalagi ketika beliau menyebutkan kepanjangannya; Gastroesophageal Reflux Disease.

Pertemuan dengan Bu Anung ini menjadi momen penting dalam pemulihan kesehatanku, bahkan perubahan gaya hidupku. Sejak tahu penyakit apa yang kuderita, yaitu GERD, mulai kutelaah betul bagaimana mustinya pola makan yang serasi, apa saja pemicu yang bisa membuat kumat, serta bagaimana menenangkan diri saat sensasi melanda.

Mengenali penyakit yang diidap, mengakui kesalahan yang dilakukan diri sendiri, menerima penderitaan yang dialami, merupakan bagian penting dalam proses penyembuhan dan pemulihan. Sayangnya, tidak semua orang menyadari hal ini. Pokoknya sembuh. Datang ke dokter, dapat resep, tenggak obat, terima beres. Kalau sewaktu-waktu kumat, ya ngobat lagi. Begitu seterusnya, tanpa ada pengenalan, pengakuan, dan penerimaan.

Apalagi setelah Bu Anung menginformasikan tengang tata pola makan serasi atau Food Combining (FC), aku pun mulai semangat dan optimis. Seakan-akan aku berada di goa yang sangat gelap dan pengap, lalu terlihat secercah cahaya yang membangkitkan semangat untuk merangkak menuju ke sana.

Lalu apa itu GERD? Kulanjutkan di tulisan berikutnya. Insyaallah.

NEXT: Mengenal GERD Penyakit Sejuta Umat


No comments:

Powered by Blogger.