Seri Arkanuddin #4 - Bekal Akhir Zaman

Oleh: @ziatuwel

Setelah memahami 5 Rukun Islam, 6 Rukun Iman, 1 Rukun Ihsan, kita perlu memahami 2 tanda kiamat yang disebutkan Rasulullah di dalam Hadits Jibril. Gamblangnya, tiga rukun sebelumnya (Islam, Iman, Ihsan) menjadi gaman kita dalam menghadapi dinamika akhir zaman.

Tanda pertama, ketika para wanita melahirkan tuannya. Ada banyak tafsir dari para ulama mengenai tanda ini. Yang jelas, tanda pertama ini menjadi simbol adanya pergeseran nilai sosial di tengah masyarakat. Merosotnya standar moral manusia modern, yang tidak hanya berpengaruh pada hubungan sosial di tengah masyarakat, bahkan juga mempengaruhi hubungan kekeluargaan antara ibu dan anak.

Tanda kedua, ketika para gembala berlomba membangun gedung-gedung tinggi. Para penafsir hadits ini hingga 50-100 tahun lalu mungkin belum bisa membayangkan bagaimana gambarannya. Namun kita hari ini bisa melihat bagaimana menara-menara tertinggi dunia dibangun di negeri-negeri padang pasir yang dahulu dihuni para gembala. Sejak revolusi industri yang mengidolakan minyak bumi, Timur Tengah mendadak kaya raya. Bahkan para pembangun menara pencakar langit itu mengenakan atribut yang dahulu khas dipakai para gembala; kafiyeh dan iqal.

Pesan simbolik dari tanda kedua ini adalah tentang perkembangan ekonomi dan teknologi yang begitu drastis. Perkembangan yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih mudah secara teknis, namun juga menjadi lebih rumit dan rentan sakit. Perebutan sumber daya berkembang menjadi perselisihan kuasa. Kemakmuran tak terbayangkan di satu sisi dunia menutupi penderitaan di belahan bumi lainnya.

Dua tanda yang disebut oleh Rasulullah ini benar-benar sudah bisa kita lihat secara kasat mata, ya, di masa kita. Terutama perkembangan teknologi yang begitu pesat, yang terus berubah bukan falam hitungan abad, melainkan tahun. Mulai dari kecanggihan teknologi informasi, transportasi, hingga rekayasa genetika. Hal-hal semacam ini mungkin tak terbayangkan di masa kakek-nenek kita.

Setelah dua tanda utama ini, ada tanda-tanda kiamat lain yang disebutkan Rasulullah dalam berbagai hadits mutawatir. Yang oleh para ulama dikategorikan sebagai tanda kecil, sedang, dan besar. Mulai dari merebaknya peperangan antaragama, minculnya Dajjal, turunnya Mahdi, hingga terbitnya matahari dari barat. Akan sangat panjang penjelasannya.

Namun yang paling penting bukanlah  menghapal rincian kronologi kejadian akhir zaman itu. Melainkan bagaimana kita menyiapkan diri menghadapi semua peristiwa itu. Jika sampai masanya manusia saling menyembelih atas nama agama, bagaimana kita menyikapinya? Jika sampai masanya Dajjal muncul dan menawarkan neraka sebagai surga, bagaimana kita menyikapinya?

Jawabannya sudah tersaji dalam rangkaian Hadits Jibril. Bahwa dalam memghadapi huru hara akhir zaman, yang perlu kita upayakan cukup dengan memantapkan tiga rukun agama; Islam, Iman, dan Ihsan. Keislaman terkait dengan disiplin ibadah kita sehari-hari. Keimanan terkait dengan keyakinan kita kepada Allah Ta'ala. Sedangkan Ihsan terkait dengan akhlak kita kepada-Nya dan kepada sesama makhluk-Nya.

Rajin ritual peribadatan dan berkeyakinan mantap belum bermanfaat tanpa hiasan akhlak. Begitu pula sebaliknya. Jika tiga hal ini sudah kokoh dalam diri kita sebagai individu manusia, maka kita siap menghadapi peristiwa akhir zaman seaneh dan segenting apapun. Keislaman yang kokoh membuat kita mengisi umur dengan ibadah. Keimanan yang mantap menjadikan frekuensi batin kita tersambung dengan orang-orang soleh pewaris Nabi. Keihsanan yang matang menuntun kita menjaga lisan dari caci maki dan tangan dari pertumpahan darah.

Jadi rukun Islam, Iman, Ihsan, bukanlah sekedar untuk dihapal. Itu semua merupakan bekal, gaman, dan jimat dari Baginda Nabi untuk kita supaya sakti menghadapi hiruk pikuk akhir zaman.


___
Kalibening, 23/5/2019
Seri Arkaanuddin #4 - Akhir Zaman
Ngaji Pasanan KBQT

No comments:

Powered by Blogger.