Merumuskan Kurikulum Komunitas Belajar - KBQTDiary #27


Oleh: @ziatuwel

Sebagai komunitas belajar yang sudah melalui belasan tahun berproses, tentu sistem pembelajaran di KBQT bisa disebut matang dan dewasa. Namun sampai saat ini belum ada rumusan tertulis tentang garis besar pembelajaran di KBQT.

Kalaupun ada, sekedar berupa catatan-catatan lepas yang tak terorganisasi dengan rapi. Hal ini memang tak jadi soal, tapi akan jadi masalah jika murid, orang tua murid, dan pendamping yang datang belakangan tidak memahami prinsip-prinsip belajar itu.

Maka pada hari ke-8 puasa kemarin (13 Mei 2019), kami para pendamping menggelar musyawarah untuk menuangkan praktik belajar di KBQT dalam rumusan kurikulum. Pemetaan ini bisa jadi panduan bagi para pendamping dalam praktik pembelajaran sehari-hari sehingga tak 'ngambang'. Meski demikian, pemetaan kurikulum ini tetap disesuaikan dengan prinsip belajar ala KBQT yakni berbasis kebutuhan murid.

Sebagai komunitas yang beraktivitas dalam domain pendidikan, tentu saja KBQT perlu memetakan anatominya sebagai lembaga pendidikan. Yakni tentang apa falsafah pendidikannya, siapa pelakunya, dan bagaimana pelaksanaannya.

Berikut ini penuangan rumusan praktik belajar yang sejatinya sudah terlaksana di KBQT, serta terbentuk melalui proses panjang sejak awal mula berdiri hingga saat ini.

A. FALSAFAH

Pembelajaran di KBQT mengakar pada semangat kedaulatan manusia sebagai makhluk kritis dan merdeka. Maka proses belajar di KBQT tak lepas dari semangat pemerdekaan nalar, kritis terhadap realita, dan semangat kontributif terhadap masyarakat.

Ada empat prinsip yang menjiwai proses belajar di KBQT. Yaitu; Pertama, semangat pembebasan dan perbaikan. Hal ini mensyaratkan perilaku kritis, dinamis dan kreatif, tak sekedar dogmatis dan statis. Kedua, asas keberpihakan terhadap siapapun yang berhak memperoleh pendidikan, terutama warga miskin dan tak mampu.

Ketiga, kegembiraan sebagai dasar metodologi dalam proses belajar. Hal ini mensyaratkan peran guru sebagai fasilitator dan sikap murid yang dibimbing agar partisipatif. Keempat, prinsip kebersamaan kolaboratif dan partisipasi semua pihak dalam merancang sistem, yakni pendamping (guru), pengelola sekolah, siswa, orang tua, dan masyarakat sekitar. Hal ini sangat penting agar terciptanya sistem sekolah yang membumi dan melek lingkungan.

B. PELAKU

Ada empat pihak yang secara intensif terlibat dalam proses pembelajaran di KBQT. Yakni pengurus yayasan, pendamping, murid, dan wali murid. Masing-masing pihak saling bersinergi dalam mewujudkan atmosfer belajar yang kondusif. Yakni suasana belajar yang sesuai dengan realita dan falsafah komunitas.

Saat ini, pengurus yayasan sudah berbadan hukum berupa Yayasan Pendidikan Qaryah Thayyibah (YPQT). Pendamping terdiri dari pendamping intensif, pendamping relawan, pendamping tamu, dan pendamping ahli. Murid berasal dari dalam maupun luar wilayah Kalibening yang tinggal di rumah warga maupun pesantren sekitar.

C. KURIKULUM

Ada empat komponen dalam sistem kurikulum lembaga pendidikan. Yakni komponen tujuan, isi, proses, dan evaluasi. Berikut ini konten komponen kurikulum yang sudah dipraktikkan di KBQT;

I. KOMPONEN TUJUAN

Secara umum, tujuan pembelajaran di KBQT adalah memfasilitasi murid menjadi sosok yang mandiri, kritis, dan kreatif sesuai dengan realita hidupnya maupun lingkungannya. Begitu kiranya tujuan pendidikan di KBQT sebagai sebuah 'lembaga pendidikan' nonformal.

Tujuan umum ini dirinci dalam teknisnya sesuai dengan jenjang usia murid yang ada di lingkungan KBQT. Yakni menjadi tujuan khusus bagi jenjang SMP dan SMA.

1) Untuk murid jenjang usia SMP, tujuan belajar yang hendak dicapai adalah;

a) Komunikatif - yakni kecakapan sosial dalam hal komunikasi sesama warga komunitas. Baik secara lisan maupun tertulis, sehingga memudahkan proses belajar dan kreasi karya selanjutnya.

b) Bertanggung Jawab - yaitu kecakapan kepribadian murid untuk melakoni proses belajarnya sendiri, baik proses individu maupun kegiatan bersama warga komunitas lainnya, secara bertanggung jawab.

c) Aktif dalam Kegiatan KBQT - berupa keterlibatan secara aktif dalam kegiatan-kegiatan bersama yang diselenggarakan komunitas, baik di dalam maupun luar lingkungan KBQT.

2) Untuk murid jenjang usia SMA, proses belajar yang dilakoni bertujuan untuk;

a) Eksplorasi Minat - di jenjang ini murid mulai menemukan passion yang dikehendakinya untuk digeluti. Tentu tidak harus satu passion, bisa beberapa item, asalkan memang betul-betul diminati, dipelajari, dan bertanggung jawab.

b) Berkarya - keberlanjutan dari memahiri minat adalah mewujudkan karya, proses kreatif inilah yang menjadi salah satu tolok ukur utama pencapaian murid selama berproses di KBQT.

II. KOMPONEN ISI

Bagian ini membahas tentang materi belajar yang dipelajari murid selama berproses di KBQT. Sebagaimana sudah disebutkan di atas, bahwa apa yang dipelajari murid berdasarkan pada kebutuhan mereka.

Maka di KBQT tidak ada penentuan mata pelajaran atau obyek belajar apapun. Namun bukan berarti pendamping di KBQT lepas tangan total. Dengan mempertimbangkan kondisi murid secara umum, para pendamping merumuskan dua pembagian materi belajar di KBQT. Yaitu;

a) Materi Otonom - yakni berupa obyek belajar sesuai minat murid. Dalam hal ini, tugas pendamping adalah memfasilitasi proses belajar dan kreasi karya terkait minat yang khas bagi masing-masing murid.

b) Kecakapan Dasar - yakni empat aspek dasar yang perlu dikuasai warga belajar dan sangat berguna bagi kehidupan nyata. Empat aspek ini menjadi acuan pokok bagi semua proses belajar di KBQT. Yaitu;

i. Sains - berupa kemampuan berpikir kritis serta pengetahuan dan keterampilan dalam hal-hal teknis. Bisa berkaitan dengan pertanian, kerajinan tangan, teknologi, dan sebagainya. Metode yang digunakan untuk mencapai kecakapan sains adalah dengan eksperimen, diskusi, workshop, forum, dan studi kunjung atau observasi.

ii. Sosial - berupa kecakapan komunikasi dan kepekaan kemasyarakatan. Berkaitan dengan cara menyampaikan pendapat, cara menyikapi perbedaan, cara menuangkan gagasan, serta cara menanggapi masalah dan realita. Metode yang digunakan berupa diskusi atau musyawarah, menulis, presentasi, wawancara, serta observasi.

iii. Reliji - berupa sisi kualitas diri murid sebagai umat beragama. Ada norma dan nilai-nilai kebaikan yang terkandung dalam ajaran agama. Itulah yang dieksplorasi di aspek ini. Mencakup keyakinan, keadilan, kejujuran, kebenaran, kesetiaan, dan sebagainya. Juga berkaitan dengan pemapanan teknis ibadah maupun toleransi terhadap keberbedaan. Metode yang digunakan adalah diskusi dan kajian ilmiah.

iv. Estetika - berupa sisi keindahan dalam aspek kejiwaan/psikologis murid. Hal ini berkaitan erat dengan perkembangan diri murid KBQT yang berada dalam rentang usia anak-anak dan remaja. Serta terkait dengan aktivitas kesenian dalam proses belajar di KBQT. Metode yang digunakan adalah dialog eksklusif, mentoring sebaya, gelar karya, forum, dan sebagainya.

III. KOMPONEN PROSES

Kegiatan utama yang dilakukan warga belajar di lingkungan KBQT adalah pengembangan diri. Yakni dengan belajar, berkarya, dan bergaul. Sehingga menempa diri mereka menjadi pribadi yang kritis, kreatif, dan melek sosial. Cakap dalam kehidupan pribadi, cakap pula dalam kehidupan bermasyarakat.

Ada tiga teknis kegiatan lapangan yang menjadi eksekusi pembelajaran di KBQT. Yaitu;

a) Proyek Individu - yakni berupa capaian yang sesuai dengan target masing-masing murid. Proyek ini murni berdasarkan inisiatif, minat, serta kecenderungan murid. Prouek individu bisa berupa penguasaan materi atau keahlian tertentu, maupun berupa kreasi karya dalam jangka waktu tertentu. Proyek individu bisa dilaksanakan seminggu sekali, sebulan sekali, atau satu semester sekali.

b) Kumpul Kelas - yaitu kegiatan rutin kelas kecil untuk berkomunikasi secara intensif. Baik untuk diskusi tema tertentu, musyawarah kebijakam kelas, atau observasi materi dan kreasi karya bersama. Kumpul kelas dilaksanakan beberapa kali dalam seminggu.

c) Kegiatan Bersama - adalah agenda-agenda yang telah menjadi kesepakatan warga belajar sejak awal semester, diikuti oleh seluruh warga belajar secara 'mengikat'. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk mempererat ikatan warga belajar, melatih keorganisasian serta kekompakan berkomunitas. Semisal makrab, gelar karya, tawashi, camping, workshop, dan seterusnya.

IV. KOMPONEN EVALUASI

Penilaian menjadi keniscayaan dalam suatu lembaga pendidikan, formal maupun nonformal. Bahkan  penting juga diterapkan dalam proses pendidikan informal. Hal ini bertujuan untuk mengukur pencapaian warga belajar sekaligus menilai efektivitas pembelajaran.

Proses penilaian (evaluasi) di KBQT mengacu pada keminatan warga belajar serta proses belajar khas yang mereka lalui, bukan mengacu pada soal seragam yang dibuat lembaga. Teknis pelaksanaannya dalam bentuk introspeksi mandiri warga belajar maupun dialog-presentatif bersama pendamping, bukan pengisian lembar jawab atau wawancara-interogatif. Hasil penilaian dituangkan dalam bentuk arsip dokumentasi, bukan berupa nilai nominal.

Inti evaluasi di KBQT adalah introspeksi, demonstrasi, dan apresiasi. Evaluasi tersebut terlaksana secara berjenjang berdasarkan periode waktu. Tiap minggu warga belajar mengisi 'jurnal belajar' masing-masing sebagai bentuk evaluasi mandiri. Tiap bulan mereka menggelar Gelar Karya sebagai bentuk apresiasi karya kolektif. Dan tiap semester ada Proyek Semester berupa demonstrasi karya individu yang diapresiasi pendamping ahli.

a) Pengisian Jurnal (mingguan) - yakni catatan individual masing-masing murid. Berupa catatan tentang target yang hendak dicapai, proses yang dijalani, karya yang dibuat, serta segala hal yang dipelajari tiap minggunya.

b) Gelar Karya (bulanan) - yaitu kegiatan unjuk karya, baik individu maupun kelompok. Berupa pagelaran terbuka yang dipanitiai oleh warga belajar sendiri secara bergiliran tiap bulan.

c) Proyek Semester (semesteran) - adalah agenda presentasi dan demonstrasi karya tiap murid di hadapan para pendamping ahli. Karya dipersiapkan selama satu semester sesuai minat dan pilihan warga belajar. Presentasi dilaksanakan permurid, kemudian diisi dialog apresiatif yang tentu saja memuat kritik. Setelah seluruh murid melalui proses tersebut, digelar pameran karya semester dengan mengundang seluruh wali murid.

Kalibening, 13-20 Mei 2019

No comments:

Powered by Blogger.