Empat Bayangan yang Kau Kejar

Oleh: @ziatuwel

Seorang pengembara mampir di suatu kafilah untuk berteduh. Setelah dijamu makan dan minum, ia rebah di bawah salah satu kemah. Nyaman betul. Namun ketika ia telah lelap, kemah itu dibongkar. Maka terbangunlah si pengembara sebab terik matahari menyorot wajahnya.

"Hei!" serunya lantang. Semua orang di kafilah itupun menatapnya heran. Si pengembara melanjutkan seruannya,

الا إنما الدنيا كظل بنيته # ولا بد يوما أن ظلك زائل

"Eling-eling! Sungguh dunia bagai bayangan dari bangunan yang kau dirikan, suatu hari pasti bayangan itu pergi menghilang!"

Ada empat hal, kata Kiai Ihsan Jampes, yang selalu kita kejar tapi ternyata salah alamat. Pertama, kita memburu kekayaan dalam harta benda, padahal rasa kaya ada pada rasa menerima. Kedua, kita mencari ketenangan dalam keberlimpah-ruahan, padahal ternyata rasa tenang justru ada pada kondisi secukupnya.

Ketiga, kita mencari kemuliaan dalam kumpulan manusia, padahal status mulia ada pada laku takwa kepada Yang Mahakuasa. Keempat, kita mencari kenikmatan dalam berbagai jenis kuliner dan fashion, padahal kenikmatan itu ada pada tertutupnya aib dan dosa serta ketundukan pada-Nya.

Bukan berarti tak boleh berburu harta, berlimpah, dihormati manusia, dan jelajah sandang-pangan. Silakan. Asalkan semua itu tidak menjadi tujuan akhir perjalanan napas dan denyut nadi. Agar selamat, maka semua item keduniawian itu musti diakhiratkan, yakni untuk mengabdi kepada Tuhan dengan menebar bakti kepada sesama makhluk Tuhan.

___
Sirajut Thalibin (Candle of The Seekers), II/7
Tuwel, 5/4/2018

No comments:

Powered by Blogger.