Berbagi Wawasan Melalui Tawashi - KBQTDiary #23

Oleh: @ziatuwel

Salah satu kegiatan bersama warga belajar KBQT adalah tawashi. Kegiatan ini digelar tiap hari –selain Jumat, baik sebelum ataupun sesudah kegiatan lainnya. Agenda tawashi dimulai dengan mengaji bersama, yakni membaca Asmaul Husna dan Quran di serambi Masjid Al-Mustashfa, tepat di samping gedung Resource Centre. Kegiatan tawashi ini sudah ada sejak masa awal berdirinya KBQT.

Secara bahasa, kata tawashi berasal dari bahasa Arab yang berarti ‘saling menyampaikan wasiat’. Dahulu kegiatan tawashi setiap hari didampingi oleh Ahmad Darojat, pendamping KBQT masa awal, untuk berbagi wawasan dan pemahaman keagamaan yang sesuai dengan warga belajar berusia remaja. Kini ia hanya bisa mendampingi tawashi tiap Sabtu.

Setelah mengaji Quran, kegiatan tawashi dilanjutkan dengan presentasi materi oleh salah satu warga belajar yang bertugas. Satu kali tawashi diisi satu orang petugas tawashi. Materi yang disampaikan pun diserahkan sepenuhnya kepada si petugas. Apapun temanya bisa dibagi dalam forum tawashi ini.

Nanda dari kelas Bonus Res, misalnya, berbicara tentang meruaknya sampah plastik. Yudha dari kelas Laskar Miracle berbicara tentang pengalamannya magang dan tips sukses magang. Ridho dari kelas Elfarabi bicara tentang pasar papringan yang ia kunjungi di Temanggung dan perannya dalam peningkatan ekonomi warga desa.

Presentasi bisa disampaikan dengan berbagai media apapun. Setelah penyampaian materi, anak-anak lain dipersilakan menanggapi. Momen tawashi menjadi ruang belajar anak untuk mempresentasikan ide, wawasan, dan pengalaman mereka. Tentu hal ini membutuhkan pembelajaran teknik berbicara agar presentasi tidak membosankan. Bagi anak yang terbiasa tawashi, mereka terus terlatih untuk menata cara bicara, mengasah gestur dan pembawaan, serta tentu saja merapikan susunan gagasan yang ada di kepala mereka.

Biasanya tawashi berlangsung hingga setengah jam, tergantung dinamika diskusi anak-anak. Setelah itu kegiatan ditutup, lalu dilanjutkan agenda lainnya. Khusus hari Sabtu, kegiatan tawashi didampingi Pak Ahmad Darojat yang berperan sebagai ‘pendamping keagamaan’ warga belajar KBQT. Pengalamannya mendampingi belajar di KBQT sejak awal berdiri, serta kapasitas keilmuan agamanya yang mumpuni selaku pengajar di Pesantren Hidayatul Mubtadiin, sangat pas menjadi teman belajar anak-anak untuk menghayati agama yang membumi dan manusiawi.

Kalibening, 10/4/2019

No comments:

Powered by Blogger.