Sembuh dari Kista Nodule Thyroid dengan Food Combining

Oleh: Theodora Savitri Junarso

Awal  Oktober 2014 saya sakit batuk pilek hebat, sampai nggak bisa beraktifitas dan akhirnya bedrest. Visit dokter sampai dua kali, dikasih antibiotik dan obat-obatan radang tenggorokan hingga 2 sequel. Di saat batuk  mulai mereda, malah dikagetkan dengan adanya benjolan sebesar bola  pingpong di leher depan sebelah kiri. Konsul ke dokter umum, lalu dirujuk  ke dokter spesialis THT, dirujuk lagi ke spesialis internist. Dan setelah  menjalani test lab, USG, dan sebagainya, diketahui ada kista nodule thyroid di leher. Sebelah kiri aja sih yang bengkak, tapi menurut dokter USG-nya, yang kanan juga  sudah meradang.

Lanjut  lagi konsul ke dokter internist dengan membawa hasil lab. Lalu dirujuk  ke dokter bedah. Konsul dengan dokter bedah, disarankan operasi pengangkatan  kelenjar thyroid. Tentu saja yang namanya operasi tidak bisa dijamin 100%  berhasil. Ada resiko yang harus saya tanggung, yaitu rusak/hilangnya pita  suara karena operasi thyroid ini rentan terhadap syaraf pita suara (padahal suara  adalah modal saya bekerja, huwaaa!). Saya harus minum obat pembentuk sel thyroid  seumur hidup karena kantung thyroid saya sudah pasti akan diangkat, sehingga tidak  bisa memproduksi hormon thyroid lagi (catat: SEUMUR HIDUP!). Dan pastinya  akan ada luka bekas sayatan di leher saya (hanya bisa dihilangkan dengan operasi plastik. Dan pastinya saya harus siap lahir batin, waktu dan tenaga dan tentu saja finansial (saya cek operasi thyroid  yang lumayan bagus didampingi dokter onkology totalnya bisa 50 jutaan).

Saya  tanya ke dokter bedah tersebut, apa nggak bisa dihilangkan dengan obat. Nggak bisalah,  katanya. Bahkan kalo dibiarkan bisa tambah besar dan nanti bikin susah  menelan dan mengganggu jalan nafas, dan tentu saja mengganggu penampilan  karena ada bola di leher. Sebel. Bahkan dia bilang percuma saja kalau pakai herbal atau alternatif, juga tidak bakal sembuh karena sudah keluar nodule-nya,  kecuali kalau belum bengkak. Hufftt. Apalagi kondisinya memang saat itu saya  jadi cepet capek, napas pendek-pendek jadi cepet ngos-ngosan, menelan jadi sakit,  gampang emosi. Ampuun, bikin stress lahir batin!

Akhirnya  kami sepakat untuk menetapkan tanggal 13 Nov 2014 operasi thyroid  di sebuah RS di Bintaro dengan tekad pengen cepet-cepet terbebas dari penyakit ini. Persiapan udah bulat, bahkan udah pilih kamar inap segala.
Nodule Thyroid, picture: Cleveland Clinic

Terus terang  saya nggak begitu aktif ngikutin grup FB FCI (Food Combining Indonesia), dan ngejalani FC juga abal-abal karena  merasa sehat-sehat saja. Ditambah lagi di rumah sudah punya mesin KW, jadi makan apa aja  bolehlah, ‘kan ada KW sebagai excusenya. Hehee. Kesibukan juga padat jadi  merasa kesulitan untuk jalani FC kalo di luar rumah. Sampe akhirnya ketemu  penyakit thyroid ini, baru deh buka-buka lagi FB FCI. Saya sempet tanya ada yang  bisa share tentang thyroid bisa sembuh dengan FC nggak ya. Eh ketemu threadnya mbak Evia yang dulu sempet kena thyroid juga. Dari situ terus BBM-an dengan Mona Hendrawan  (teman sekolah dulu) tentang penyakit saya, terus disuruh hubungi Bu Anung Nur Rachmi untuk lebih jelasnya.

Singkat  kata, saya telepon Bu Anung menceritakan tentang penyakit saya panjang lebar. Sampe akhirnya, malam itu juga setelah telpon bu Anung, saya dan keluarga memutuskan  untuk membatalkan operasi dan menjalankan FC yang benar (bukan abal-abal seperti selama ini) tentunya dengan dukungan penuh dari suami dan anak.  Menjalankan  FC yang benar mulai tanggal 10 Nov 2014, dan you know; hari ini tgl 11 Des  2014 benjolan thyroid saya hilang musnah sudah, kembali normal spt dulu.  Tanpa operasi tanpa korban perasaan dan tanpa biaya puluhan juta! Cukup  FC saja dan tentunya petunjuk dari Allah SWT.

Inget  banget kata-kata Bu Anung; “Ngapain operasi, jangan ah. Coba FC aja dikencengin, jangan makan protein hewani dulu ya minimal sebulan, dan hilangkan terigu, gula, dan susu dari kamus di kepalamu, pasti hilang kok tuh benjolannya, percaya deh!”

Meskipun sempet ragu bin bimbang tapi saya  jalani semua saran Bu Anung, termasuk rutinin minum jus wortel tomat untuk ngeboost imun tubuh. Alhamdulillah hasilnya adalah kesembuhan, meskipun  belum cek lagi ke medis. Tapi saya yakin sudah sembuh. Doakan FC-nya istiqomah  yaa. Terimakasih Allah, terimakasih Bu Anung, Mona, Mbak Wiwied Febrina and all ngadimin dan rekan-rekan FC-er semua.. Love you all!

Masalah tiroid awalnya selalu bermula dari pola makan yang buruk, terutama karena terlalu doyan makan makanan yang terbuat dari tepung terigu/tepung gandum, seperti pasta, roti, pizza, donat, cake, kuekue, mie, dan lain-lain, serta kedoyanan makanan dan minuman manis. Dengan mengubah pola makan dan menjalankan pola makan Food Combining, maka metabolisme tubuh akan diperbaiki, dan tubuh pelan2 akan mengusir dan mematikan sel2 abnormal pada kista/tumor/kanker.

*Disadur dari grup Sehat Dengan Food Combining untuk dokumentasi pribadi ziatuwel.com – admin blog ini adalah penyintas GERD yang sembuh dengan ikhtiar Food Combining

No comments:

Powered by Blogger.