Pameran Tugas Akhir - #KBQTDiary 15

 Oleh: @ziatuwel

Seminggu ini bocah-bocah KBQT rempong betul. Mereka heboh mempersiapkan Pameran Tugas Akhir semester ini. Bagaimana konsep pameran, dekorasinya, acaranya, bla bla bla. Dan tentu saja menyiapkan karya TA mereka yang akan dipamerkan.

Berdasarkan musyawarah besar bulan sebelumnya, disepakati bahwa panitia pameran kali ini adalah para pendamping. Seminggu kemudian, para pendamping melakukan rapat internal merancang acara tersebut. Mulai dari menentukan lokasi, waktu, mata acara, hingga kebutuhan logistiknya.

Meskipun secara formal penanggung jawab TA adalah pendamping, namun keterlibatan bocah dalam persiapan acara sangat dominan. Para pendamping menyiapkan, bocah mengeksekusi. Bahkan rencana acara 1 hari yang dirancang pendamping pun berubah jadi 2 hari setelah dimusyawarahkan dengan bocah.

Pameran Tugas Akhir menjadi semacam hajatan bocah KBQT. Di momen ini mereka menggelar karya mereka yang telah melalui proses selama satu semester. Tak hanya itu, di momen ini juga para orang tua diundang hadir untuk menyaksikan dan mengapresiasi karya anak-anak.

Tahun ini, Pameran TA digelar di Uwit Art Space, sebuah ruang publik berkesenian para pemuda kampung Logaten, Salatiga. Masa pameran dimulai sejak Sabtu hingga Minggu (23-24) Februari 2019. Anak-anak sudah persiapan di lokasi sejak Jumat. Mulai dari menata etalase karya hingga gladi resik perform yang akan ditampilkan besok.

Mereka mengingatkanku zaman SMA dahulu, ketika masih giat-giatnya memanitiai event di sekolah. Menginap di sekolah untuk menata lokasi, menyiapkan pengisi acara, hingga mengawasi keberlangsungan acara agar sempurna. Bedanya, event pameran KBQT ini bebas dari stress, anak-anak kulihat sangat enjoy melaluinya.



Acara pameran secara resmi dibuka oleh Pak Din pukul 10.00 pagi. Pembukaan ini dihadiri oleh para wali siswa beserta keluarga. Ada siswa yang datang bersama ayahnya, ibunya, atau keduanya, atau bersama kakak-adiknya. Meriah. Dalam sambutannya, Pak Din berkali-kali memuji anak-anak secara spesifik.

Beliau menyebut nama Chevo (siswa) yang dipuji musisi asal Jerman atas performa drumnya, juga Ula (pendamping) yang menjuarai lomba wushu tingkat provinsi, juga Alfay dan Zikri (siswa) yang karyanya berupa gambar Jokowi diambil oleh sang presiden saat pameran tempo hari di Depok, juga Sofyan (alumni, saat itu jadi MC pameran TA) yang menjuarai lomba desain poster nasional. Mungkin itulah satu kelebihan Pak Din sebagai fasilitator senior. Kuamati beliau sangat apresiatif dan tak segan 'mempromosikan' anak-anak dalam berbagai kesempatan.

"Teruskanlah berkarya, kalian merdeka untuk berkreasi. Namun jangan lupa, sebagai anak KBQT jangan sampai melakukan hal-hal yang bisa merugikan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan," tutur Pak Din menutup sambutannya. Pernyataan ini menjadi simbol batasan di lingkungan KBQT sebagai ruang belajar yang terkesan bebas.

Selain Pak Din, sambutan juga disampaikan perwakilan wali siswa, yakni ibu dari Zada (kelas El-Farabi dengan karya lampu running led). Beliau menyambut gembira acara Pameran TA ini, juga mengapresiasi proses belajar yang dipraktekkan di KBQT. Katanya, "Sekolah ini ajaib. Sebab anak yang pendiam jadi mau ngomong, yang tadinya nggak bisa diam jadi mau tenang, yang tidak bisa jadi bisa, yang tidak kreatif jadi kreatif!"



Di hadapan orang tua, para pendamping menyerahkan report dan sertifikat kepada anak. Yakni berupa lembaran laporan Ujian Tugas Akhir, yang berisi; foto anak, foto karya, proses kreasi, kendala, hingga ulasan dari penguji. Semacam 'buku rapot' tapi bukan nilai nominal, melainkan deskripsi singkat proses kreasi karya anak. Diserahkan pula selembar sertifikat, sebagai penghargaan atas keikutsertaan anak dalam ujian TA, yang berisi nama terang dan jenis karya, yang bisa bermanfaat bagi anak kelak.

Setelah penyerahan report dan sertifikat, diumumkan pula sosok inspirator Tugas Akhir. Yakni anak yang dinilai paling disiplin dalam proses pembuatan karya; sesuai target dan tepat waktu. Pemilihan ditentukan atas penilaian anak-anak dan pendamping. Dua anak yang didaulat sebagai inspirator TA adalah Sania dengan karya berupa boneka, dan Zikri dengan karya berupa komik. Mereka bersama orang tua masing-masing mendapat penghargaan langsung dari Pak Din.

Seremoni pembukaan usai pukul 11.00. Selanjutnya adalah pagelaran karya anak. Ada 7 kategori karya yang dibuat anak dan dipamerkan hari itu. Yakni karya jenis gambar, desain grafis, handycraft, game, tulis, musik, dan film/video. Ada dua tempat pameran di lokasi ini. Satu tempat di halaman, untuk memamerkan karya musik dan handycraft. Satu tempat di dalam ruangan, untuk memamerkan karya gambar, film, game, desain grafis, dan tulis.

Di teras ada penampilan karya berupa lagu, drum, dan dance. Di pojok handycraft ada karya berupa kaos sablonan, tas kain, slingbag, boneka, bros, tempal, lampu led, kostum mermaid, dan lainnya. Di ruang dalam ada karya berupa komik, poster, fotografi, film, puisi, cerpen, naskah film, hingga game. Masing-masing anak berjaga di lapak karya masing-masing untuk menjelaskan kepada pengunjung.

Hari pertama pameran dipersembahkan khusus bagi orang tua. Hari kedua dibuka untuk komunitas-komunitas lain dan umum. Aku merasa bungah melihat bagaimana para orang tua mengapresiasi karya anak-anak, juga bagaimana anak-anak berbinar ketika karya mereka diapresiasi sedemikian rupa.

Menurutku, pameran semacam ini menjadi anak panah dua ujung, sebab selain menjadi momen penghargaan juga menjadi pemantik agar anak terus berkreasi. Satu momen yang mengenai tepat dua sasaran pendidikan pedagogik sekaligus; yakni apresiasi dan motivasi.

___
Salatiga, 26 Februari 2019

No comments:

Powered by Blogger.