20 Tahun Salgado Mengubah 600 Hektar Lahan Tandus Menjadi Hutan Belantara

Oleh: @ziatuwel

Pasangan suami-istri asal Brazil ini telah menanam 2 juta pohon selama 20 tahun. Mereka menghijaukan 600 hektar lahan tandus menjadi hutan belantara. Membuat 8 mata air kembali mengalir deras. Ratusan jenis flora tumuh dan ratusan jenis fauna kembali datang dan berkembang biak.

Pada tahun 1994, Sebastiao Salgado -seorang forografer profesional kenamaan- pulang ke Brazil, setelah lama meliput perang di Rwanda, Afrika. Di kota Aimores, Minas Gerais, Brazil, ia mengambil alih lahan milik keluarga yang sudah terbengkalai. Bagaimana tidak, lahan itu kering kerontak dan tidak produktif, sehingga diabaikan oleh keluarganya.

Salgado, yang saat itu menderita trauma sebab suasana perang, merasa sedih ketika melihat lahan seluas itu gundul dan tandus. Sangat berbeda dengan pemandangan yang pernah dilihatnya ketika masih kecil. Dahulu tempat itu adalah surga tropis yang rimbun penuh pepohonan, kini tinggal 0,5% saja jumlah pohon yang masih bertahan.

"Tanah itu sama menderitanya sepertiku. Semuanya hancur. Hanya setengah persen saja dari keseluruhan lahan yang masih hijau," tutur Salgado.

Istri Salgado, Lelia Deluiz Wanick, mengungkapkan keinginan kepada suaminya untuk menanami lahan tandus itu. Akhirnya mereka merekrut relawan dan mengumpulkan donasi untuk program penghijauan. Mereka dirikan gerakan reboisasi bernama Institutoa Terra.

Gerakan penanaman dimulai pada tahun 1999. Bersama para relawan itulah Salgado dan istrinya berhasil menghijaukan lahan tersebut dengan menanam 2 juta pohon, terdiri atas 290 jenis spesies pepohonan. Beragam jenis serangga dan burung pun kembali terlihat di wilayah itu.

Upaya mereka berhasil mengubah lahan tandus menjadi hutan belantara yang penuh dengan fauna endemik khas atlantik. Temperatur lingkungan yang tadinya panas pun menurun, iklim sekitar berubah drastis. Bahkan 8 mata air yang mengairi lahan pertanian sekitar hutan itu pun kembali mengalir dengan debit 20 liter permenit.

Beragam fauna kembali meramaikan wilayah itu. Ada 168 spesies burung, 33 spesies mamalia, 15 spesies amfibi, 15 spesies reptil, dan 293 jenis tanaman terdeteksi menghuni hutan itu. Penghijauan yang dilakukan Salgado ini memberikan pengaruh cukup signifikan untuk mengurangi pemanasan global.

“Ada satu jenis makhluk di muka bumi ini yang bisa mengubah karbondioksida menjadi oksigen, yaitu pepohonan. Kita semua musti mengembalikan kembali hutan-hutan. Kita butuh mereka, hutan yang alami dengan pohon-pohon asli yang sesuai dengan daerahnya masing-masing. Kalau kita menanam pohon ‘pendatang’, maka hewan-hewan asli pun takkan mau datang,” kata Salgado.

Selain penghijaun, mereka juga membuat wadah belajar bagi masyarakat tentang lingkungan. Pada bulan Desember 2012, sudah ada 700 program edukasi lingkungan yang digelar di sana, melibatkan 65.000 orang yang bergabung di lebih dari 170 kota. [ziatuwel.com]

Video dokumenter tentang Instituto Terra:

*Sumber: Humanity World

1 comment:

Powered by Blogger.