Langkah Kecil Mas Emil

Kami punya keselarasan mimpi dan cita-cita, kaitannya dengan praktek pembelajaran yang efektif dan efisien. Kami sama-sama pernah terdidik di lingkungan pesantren, dan sama-sama tak begitu tertarik urusan perdebatan keagamaan apalagi politik. Tapi sama-sama bergairah jika bicara perbaikan praktek pendidikan.

Basisku adalah pendidikan Islam, sedangkan basisnya adalah pendidikan sains. Kegiatanku kini adalah pendampingan belajar di madrasah dan komunitas, kegiatannya adalah pembelajaran di lembaga belajar sains berorientasi olimpiade. Jika keresahanku disebabkan mengguritanya formalitas pembelajaran di sekolah umum yang merambah ke lingkungan pesantren, keresahannya adalah tentang pembelajaran sains yang cenderung tidak aplikatif dalam kehidupan.

Jika kini aku sedang menyusun buku pelajaran agama Islam integratif untuk awam, dia sudah menyusun berbagai modul sains aplikatif lengkap untuk pelajar. Jika mimpiku adalah ruang belajar Islam yang mengakomodasi liberal arts dan life skills, maka mimpinya adalah sebentuk kampung sains untuk memfasilitasi bakat-bakat saintis muda Indonesia.

Selalu cerah rasanya ngobrol dengan orang yang tak hanya punya visi, tapi juga sedang merintis realisasinya. Kami menyadari bahwa di usia kami saat ini bukan lagi wayah mengkritik tanpa solusi. Melainkan ikhtiar menggagas sesuatu dan mewujudkannya. Untuk segala mimpi dan cita-cita kemanusiaan, mari kita aminkan. Alfatihah.

Tuwel, 1 Januari 2019

No comments:

Powered by Blogger.