Terbangkan Cita-citamu, Nak!

16:54
Ada remaja belasan tahun yang terjebak pemahaman tentang 'kepasrahan total kepada takdir', kemudian menihilkan cita-cita. Tidak ada gairah, tak ada obsesi, tak ada target, dan parahnya; tak ada tuntutan tanggung jawab pada diri sendiri.

Beberapa tahun belakangan ia menyadari bahwa pemahaman tersebut belum waktunya bagi anak seusia itu. Sayangnya, sebagai oeminat spiritualitas, saat itu ia belum punya guru spiritual yang bisa ia panuti.

Maka sebab keterbatasan ini, ia telah mengacuhkan tiga (dari belasan) kaidah utama ala pendidikan Islam. Yakni:

من رام جملة ذهب عنه جملة
Bahwa setiap ilmu ada masanya, ada wayahnya, ada ruang dan waktunya. Sebagaimana di atas pintu masjid pesantren Lirboyo ada larangan tegas pengasuh bagi santri agar tidak membaca kitab yang belum kelasnya.

لا عقل كالتدبير ولا ورع كالكف
Bahwa perencanaan adalah fitrah akal, penyusunan target dan langkah untuk mencapainya adalah keniscayaan. Sedangkan rem kendalinya nanti adalah rasa wirai.

لا يحقرن احدكم نفسه
Setiap orang tak boleh mengkerdilkan potensi yang telah dianugerahkan Tuhan di dalam dirinya. Kekosongan cita-cita, rencana, target, bisa mematikan potensi itu. Tak ada kegigihan, tak ada rasa tanggung jawab. Bangkitkan, aktualisasikan, manfaatkan. Sebagai bentuk syukur kepada Penganugerahnya.

Terbangkan cita-citamu. Upayakan semampumu. Hasilnya terserah-serah Gustimu. Selamat layangan.

___
Yogyakarta, 10 Desember 2017

No comments:

Powered by Blogger.