Konsep Madrasah Santrijagad

16:53
KONSEP MADRASAH SANTRIJAGAD
Oleh: Zia Ul Haq, S.Pd.I.

Sudah lama saya dan Budi merancang bentuk ideal Komunitas Santrijagad dalam tiga bentuk. Yakni sebagai komunitas pemberdayaan dalam bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan Islam. Memang belum terrealisasi secara konkrit sepenuhnya, namun embrionya sudah kami bentuk. Benihnya sudah kami tanam, tinggal bersabar sambil memapankan kuda-kuda untuk eksekusi dalam beberapa tahun ke depan. Insyaallah.

Pertama, Santrijagad sebagai komunitas gerakan sosial. Dalam hal ini, komunitas sudah dan akan terus mengupayakan dakwah kedamaian, kepedulian lingkungan ekologis, dan kegiatan filantropis. Untuk hal ini kami sudah menanam benih berupa website, perpustakaan, diskusi bulanan, dan donasi beasantri. Budi juga sudah menyiapkan konsep gerakan ekologis berupa Ijoroyo. Sedangkan saya punya konsep filantropis untuk pendidikan Islam bagi difabel berupa Kitabuta dan Tulingaji.

Kedua, Santrijagad sebagai pemberdayaan ekonomi. Kami berupaya memfasilitasi anggota komunitas untuk berdaya secara mandiri. Lini usaha yang sudah difasilitasi oleh kami di antaranya agen wisata, penerbitan buku, bookstore, dan clothing. Selanjutnya Budi punya konsep progresivitas pertanian permakultur dan produksi hasil bumi organik.

Ketiga, Santrijagad sebagai lembaga pendidikan Islam alternatif. Kami sudah pernah bereksperimen dengan menggelar diskusi tematik bulanan setahun penuh. Juga pernah membuka kelas-kelas terbuka dalam ilmu desain interior dan bahasa Arab praktis. Belakangan, saya yang berlatar pendidikan Islam mengangankan suatu bentuk ruang pendidikan alternatif berbasis Islam. Didasari oleh pengalaman belajar saya sendiri di sekolah umum, pesantren, hingga universitas. Juga berdasarkan konsep pendidikan kritis yang saya serap dari para praktisi pendidikan manusiawi di komunitas-komunitas belajar alternatif.

Hal ini pernah saya bincangkan dengan Budi, dia sangat mendukung. Namun untuk saat ini agaknya memang belum bisa dieksekusi mengingat kendala geografis dan finansial. Tapi bukan berarti gagasan ini tidak saya pelihara. Apalagi beberapa hari yang lalu seorang kawan yang lama tak jumpa tiba-tiba menghubingi saya. Dia bilang ingin membantu secara finansial sepenuhnya jika saya hendak menyelenggarakan ruang belajar alternatif. Maka saya pikir konsep tersebut perlu saya tuangkan dalam oret-oretan seperlunya. Agar bisa dibayangkan gambarannya, dan ditambal-sulam kekurangannya.

Bentuknya apa? Bisa berupa sanggar yang sekedar menjadi ruang belajar ‘sampingan’, kegiatannya belajar keterampilan praktis, kursus keahlian, dan diskusi tematik rutin. Namun bisa juga menjadi semacam lembaga pendidikan yang lebih ‘serius’ dan ‘total’. Budi secara tak langsung pernah mengusulkan nama ‘Santrijagad Institute’, dimana kurikulum utamanya adalah pembelajaran keterampilan dasar (basic skills). Saya pribadi mengusulkan nama Madrasah Santrijagad agar lebih jelas identitasnya. Tapi apapun kelak nama lembaga ini, saya kira yang penting untuk dituangkan saat ini adalah konsep dasar dan gambaran teknis pelaksanaannya. Nah, berikut ini saya uraikan gagasan bentuk lembaga pendidikan Madrasah Santrijagad.



VISI MISI MADRASAH SANTRIJAGAD

Visi: Visi: Mewujudkan proses belajar yang efektif bagi kehidupan nyata secara individual maupun sosial.

Misi: (1) Menemani proses perkembangan intelektual, emosional, spiritual, dan fisik siswa, (2) Memfasilitasi pembelajaran ilmu-ilmu dasar keislaman, ilmu-ilmu alat-sains-humaniora keseharian, serta keterampilan praktis, (3) Menyediakan ruang pengembangan bakat dan potensi siswa.


STATUS MADRASAH SANTRIJAGAD

Status Madrasah Santrijagad adalah lembaga pendidikan nonformal di bawah naungan Yayasan Santri Foundation (jika sudah diresmikan) dan dikelola sepenuhnya oleh Komunitas Santrijagad. Sehingga pembiayaannya pun disokong oleh donasi Santri Foundation maupun lini usaha Komunitas Santrijagad. Sehingga proses belajar di Madrasah Santrijagad sepenuhnya gratis bagi siswanya.

UNSUR MADRASAH SANTRIJAGAD

Ada tiga unsur pokok dalam suatu lembaga pendidikan. Yakni unsur manusia sebagai pelaku, unsur ruang atau fasilitas sebagai perangkat kerasnya, dan unsur akademik sebagai perangkat lunaknya.

1. Manusia;

Yakni pelaku pendidikan dalam madrasah. Pertama, guru atau fasilitator; diisi oleh profesional dalam bidang-bidang terkait, diutamakan relawan yang tergabung dalam jejaring komunitas. Kedua, siswa; karena sifatnya alternatif, maka siswa madrasah diutamakan adalah anak-anak usia 12-17 tahun, yatim-piatu atau anak-anak tak mampu, meskipun tidak menutup kemungkinan untuk anak-anak mampu yang memang berminat. Jumlah siswa dibatasi hanya 15 orang perkelas (semester). Ketiga, masyarakat; sebisa mungkin ada keterlibatan masyarakat sekitar dalam aktivitas madrasah atau keterlibatan madrasah dalam aktivitas masyarakat.

2. Ruang;

Yakni wilayah geografis proses pembelajaran madrasah. Tentu saja ruang geografis utama madrasah adalah markas komunitas berupa perpustakaan yang bisa disebut sebagai ‘gedung sekolah’. Maka pembangunan markas komunitas menjadi penting untuk disegerakan. Namun ruang publik semacam serambi langgar/musola/masjid maupun ruang-ruang terbuka lainnya bisa juga menjadi kelas bagi madrasah. Laboratorium pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan alam dan masyarakat, yakni berupa sungai, sawah, kebun, dapur, pasar, atau yang lainnya. Kantor administrasi bergabung dengan kantor komunitas jika markas sudah berdiri. Pemondokan (ruang inap santri) bisa diupayakan jika memang dibutuhkan.

3. Akademik;

Yakni berkaitan dengan kurikulum, jadwal, dan evaluasi. Kurikulum yang menjadi roh pembelajaran Madrasah Santrijagad dilandaskan pada urgensititas materi dan efektivitas waktu. Artinya, materi-materi yang menjadi bahan belajar siswa madrasah hanya materi-materi pokok yang memang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Serta dilaksanakan dengan jadwal yang memanfaatkan waktu senyaman dan seluang mungkin. Lebih baik mendalami satu hal dalam satu semester sampai betul-betul paham, daripada mempelajari banyak mata pelajaran tapi tak ada satupun yang dipahami. Evaluasi pembelajaran tidak menggunakan tes sumatif dan semacamnya. Melainkan dengan presentasi karya berupa paper atau prakarya.

KURIKULUM MADRASAH SANTRIJAGAD

Ada tiga subyek pokok dalam kurikulum Madrasah Santrijagad. Yakni Basics of Islam, Basic Knowledges, dan Basic Skills. Berikut ini penjelasannya;

1. Basics of Islam

Yakni mencakup ilmu-ilmu dasar keislaman; tauhid, fikih, akhlak, dan eskatologi. Proses belajar ditekankan pada pemahaman, bukan hapalan. Metode pembelajaran dengan bandongan dan sorogan. Penanggung jawab subyek ini adalah Ustadz Hasby Faqih Ploso, dibantu Ustadz Ahmad Muzhaffar Giren dan Ustadz Sya’roni As-Samfuri Lirboyo.

2. Basic Knowledges

Yakni mencakup pengetahuan dasar terhadap ilmu-ilmu alat; bahasa (Indonesia, Arab, Inggris), logika, sains keseharian, dan sosial-humaniora berbasis realita. Proses belajar ditekankan pada pemahaman dengan metode bedah literatur dan presentasi. Penanggung jawab subyek ini adalah Ustadz Zia Ul Haq, S.Pd.I., dibantu Ustadz Ahmad Syofwandi, S.Psi., dan Ustadz Akwal Sadida, S.Si.

3. Basic Skills

Yakni mencakup keterampilan dasar yang berkaitan dengan hajat hidup primer manusia; sandang (menjahit, membatik, clothing), pangan (menanam, memasak), papan (pertukangan, desain), dan olah raga (beladiri, sport). Proses belajar ditekankan pada penguasaan praktis, metode pembelajaran lebih banyak praktek lapangan dan penggalian informasi secara mandiri. Penanggung jawab subyek ini adalah Ustadz Ustadz Budi Mulyawan S.Si., dibantu Ustadz Soleh Didi Mulianto, S.T., dan Ustadz Ubaidillah Fajar, S.Ds.

Program belajar berlangsung selama 3 tahun (6 semester). Tiga subyek tersebut difokuskan selama 4 semester. Adapun semester V dialokasikan untuk eksplorasi minat, bakat, dan kecenderungan siswa melalui proyek prakarya. Sedangkan semester VI dialokasikan untuk bergiat dalam program komunitas, sekaligus mempersiapkan siswa untuk melanjutkan studi ataupun pemberdayaan ekonomi.

Di luar tiga subyek tersebut ada forum-forum passion yang bisa diikuti siswa di luar jam belajar, semacam ‘ekstra-kurikuler’. Seperti forum yang fokus menulis, internet marketing, penyablonan, membatik, dan sebagainya.







Salatiga, Sabtu-Senin 26-28 Agustus 2018

No comments:

Powered by Blogger.